Dadang Naser “Tangan Di Atas Lebih Baik Dari Pada Di Bawah”

BUPATI Bandung H. Dadang M. Naser mengaku, atas sikapa Hafid, anak kelas 3 SD yang rela menyumbangkan uang tabungannya untuk membantu penanggulangan wabah Covid-19. Dana sebesar Rp 500 ribu itu, disumbangkan untuk membeli Alat Pelindung Diri (ADP).

Padahal jelasnya, Hafid tidak terlahir dari keluarga yang serba berkecukupan, orangtuanya hanyalah seorang pedagang bakso.

“Sungguh seorang anak kecil berhati besar. Makna yang dapat kita ambil dari apa yang dilakukan ananda Hafid, bahwa sesusah apapun hidup kita, masih ada orang lain yang lebih susah. Para pengusaha susah, tapi ingat, bahwa karyawannya juga jauh lebih susah. Tetap tunjukkan kepedulian terhadap orang yang tidak punya, dan jangan pura pura tidak punya,” ucapnya saat menerima kehadiran Hafid di Rumah Jabatannya, Soreang, Sabtu (18/4/2020).

Menurutnya, jumlah Rp. 500 ribu dalam bentuk koin dikumpulkan Hafid selama 9 bulan, bisa saja digunakannya untuk membeli keperluan alat-alat sekolah. Terlebih saat ini di Kabupaten Bandung, warga misbar (miskin baru) makin bertambah skibat kehilangan pekerjaan.

“Agama kita mengajarkan, dalam suara langit disampaikan, ketika ada orang yang sulit harus kita tolong dan kita bantu. Bagi usia anak, mengorbankan seluruh jerih payah menyisihkan uang jajan selama sembilan bulan, itu sangat luar biasa,” ucap Dadang

Dadang mengapresiasi sikap Hafid dengan memberikan kadeudeuh. Ia berharap perbuatan bocah dari Dayeuhkolot itu bisa menjadi contoh dan suri tauladan, tidak hanya bagi teman-teman seusianya, tapi juga seluruh masyarakat.

“Hafid memilih memposisikan tangannya di atas daripada di bawah, lebih memilih memberi daripada menerima. Mudah-mudahan perilaku ini dijadikan teladan, dan menjadi contoh bagi para agnia dan seluruh masyarakat, terlebih kita akan memasuki bulan Ramadan di tengah kondisi wabah virus corona. Ayo kita Sabilulungan bekerja sama saling tolong menolong dalam kondisi yang sulit ini,” imbuhnya.

Dadang mengimbau, agar masyarakat tetap disiplin, diam di rumah, cuci tangan pakai sabun, pake masker, jaga kesehatan dan jaga jarak ketika berkomunikasi sosial.

Sementara Hafid berpesan kepada teman-teman, untuk terus mentaati imbauan pemerintah. “Karena baju APD dan masker sedang kekurangan di rumah sakit, teman-teman harus taati peraturan, physical distancing, cuci tangan pakai sabun dan jangan keluar rumah,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung H. Juhana menambahkan, apa yang dilakukan Hafid merupakan contoh dari implementasi pendidikan karakter.

“Pendidikan karakter sangat bermanfaat untuk membentuk kepribadian seorang anak. Allhamdullilah ananda Hafid telah mampu menunjukkan sikap terhadap informasi yang dia dapat tentang corona dan isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat,” tambah Juhana

Menurutnya, selama pelaksanaan pembelajaran di rumah, orangtua sangat berperan penting memperkuat karakter anak
Dia berharap, perbuatan Hafid bisa menginspirasi teman-temannya di sekolah, termasuk warga sekolah lainnya.

“Ada pesan moral sebagai keteladanan sesungguhnya, bagaimana anak usia 9 tahun bisa mereplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan nyata,” tandasnya..(nk)