Bupati VS DPRD Akhirnya Cair

SETELAH sepekan bersitegang antara Bupati Bandung, Dadang M Naser dan Anggota DPRD Kabupaten Bandung akhirnya cair. Setelah Dadang meminta maaf dan mengklarifikasi ucapannya yang menyinggung para wakil rakyat tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat siraturahmi antara tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 di Kabupaten Bandung, Dadang mengatakan jika anggota DPRD lieur dan harus belajar lagi menjadi dewan.

Permintaan maaf Dadang dilakukan dalam pertemuan, yang berlangsung hangat di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) Gedung DPRD Kabupaten Bandung di Soreang, Selasa (9/6/2020).

Hadir dalam pertemuan itu Ketua DPRD Kabuoaten Bandung, H. Sugianto, Wakil Ketua, H. Yayat Hidayat, H. Wawan Ruswandi, para Ketua Fraksi serta anggota DPRD lainnya.

Menurut H. Sugianto, Bupati memenuhi undang dewan selain membicarakan penanganan Covid 19, juga untuk klarifikasi ucapannya yang ramai diberitakan dan sempat viral di media sosial. Selain itu, juga menuai kritikan beragam dari anggota dewan dan masyarakat.

“Tentu kami atas nama dewan mengucapkan apresiasi kepada Bupati, yang hadir menyambangi DPRD sore ini (9 Juni 2020 – Red). Kegiatan ini sudah diagendakan, untuk klarifikasi atas pemberitaan kemarin, dan permohonan maaf dihadapan pimpinam dewan dan fraksi,” ucap Sugianto kepada wartawan, usai pertemuan dengan bupati.

Sugih, biasa disapa berharap, kedepan tidak terjadi lagi miskomunikasi yang bisa mengganggu sinergitas eksekutif dan legislative, Seraya menegaskan, dewan menerima permohonan maaf tersebut.

“Pada prinsipnya, dengan niatan baik dikatakan beliau tentu kami menerima dengan datang dan berbicara dihadapan para pimpinan, kami mengucapkan terimakasih,” paparnya.

dadang naser1Hal sama dikatakan, H Yayat Hidayat, Menurutnya DPRD dengan eksekutif tidak ingin terjadi gontok-gontokan karena akan merugikan masyarakat. Saat ini yang dihadapi wabah covid 19 dan penyelesaiannya tidak bisa oleh salah satu pihak, tapi harus bersama-sama menjaga dan membasmi covid.

“Kalau terjadi gontok-gontokan bupati dengan dewan, yang rugi masyarakat, Kami dan bupati dipilih oleh rakyat, masa rakyat harus ditinggalkan,” katanya.

Menurutnya, dewan harus legowo menerima permintaan maaf bupati. “Orang yang sudah meminta maaf, untuk kerjasama kenapa tidak, karena pembangunan harus berjalan dengan baik,” jelas Ketua DPD Gerinda Kabupaten Bandung.

Namun tutur Yayat, dalam pertemuan itu ada catatan dewan untuk bupati, “Kejadian ini yang pertama dan yang terakhir kali, Sejak dua periode saya jadi wakil ketua dewan baru kali ini terjadi, kami memaklumi mungkin cape atau lain sebagainya, karena covid tidak bisa ditangani sendiri, kami menyampaikan agar hal ini tidak terjadi lagi,” paparnya.

Menurutnya, dewan ingin saling mengoreksi, bukan mencari kesalahan. Sama-sama dengan pemerintah menangani covid 19, serta membangun Kabupaten Bandung lebih maju lagi.

Sementara Dadang Naser, mengatakan, kedatangannya ke DPRD selain untuk membicarakan penanganan covid 19 sebagai tim gugus tugas, juga untuk klarifikasi atas penberitaan yang beredar akibat terjadinya miskomunikasi.

“Ya alhamdulillah, saya terimaksih banyak atas undangan para pimpinan DPRD dan pimpinan Fraksi ke gedung DPRD untuk membicarakan terkait copid 19, dimana saat ini sedang menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tentu ini harus melibatkan semua pihak,” kata Dadang.

Perjalanan pergerakan penangan covid 19, ucapnya secara struktur organisasai, tugas dari pusat kepada daerah seluruh masyarakat harus terlibat, apalagi lembaga penting setingkat DPRD yang merupakan bagian dari gugus tugas covid 19.

“Karena itu saya mengajak kepada anggota dewan dalam AKB ini harus lebih aktif lagi untuk memberikan penjelasan, sosialisasi kepada masyarakat dalam hidup baru, Virus masih mengancam Kabupaten Bandung, meski sudah masuk zona kuning dan sebagian hijau,” Pungkasnya. (nk)