Bupati Purwakarta di Bikin Panik oleh Wartawan

BUPATI Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika,SE yang akrab di sapa Ambu Anne pada, Selasa (28/1/2020) kemarin, dibikin panik oleh ulah sebagian wartawan yang menjadi mitra kerja di Pemda Purwakarta.

Kepanikan orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta itu karena selepas Ambu Anne menerima kejutan di hari ulang tahunnya yang ke-38 dari para pejabat dan pegawai Pemkab Purwakarta tak disangka para awak media bikin kejutan yang tak lazim.

Prank yang dilakukan para awak media dalam rangka memberikan kejutan kepada Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika yang tepat pada hari yang bersangkutan merayakan ulang tahunnya yang ke 38.

Sebelum melakukan prank terhadap Bupati Anne, para awak media terlebih dahulu melakukan audiensi tepat pukul 17.00 wib bertempat di Gedung Nagara, Purwakarta. Bupati Anne Ratna pun menyambut para awak media dengan penuh kehangatan.

anne2
Wartawan HU Pasundan Ekspres saat memberi kado ULTA kepada Bupati Anne Rayna Mustika.

Usai sesi audiensi, para awak media pun meminta kepada Bupati Anne Ratna untuk melakukan “door stop” menanyakan beberapa pertanyaan, seperti soal isu virus corona, ceceran tanah merah dari galian ilegal di Sukatani, hingga terakhir puncaknya terkait sesuatu hal yang memang tak terjadi di Purwakarta.

Hingga akhirnya, salah seorang wartawan sempat membisikan kepada Bupati Anne untuk tak menjawabnya dan di sana terjadilah keributan hingga membuat konsentrasi Bupati Anne Ratna Mustika, terpecah.

Ekspresi wajah Bupati Anne Ratna tampak sudah gelisah karena ada dua wartawan yang sedang bersitegang di luar gedung hingga terdengar suara cekcok yang begitu keras. Bupati Anne Ratna pun akhirnya mencoba untuk keluar melerai kedua wartawan yang bertikai tersebut.

Tetapi, seketika suasana pun berubah menjadi riang dan langsung para awak media pun berteriak “PRANK, Selamat ulang tahun Ambu”.

“Enggak nyangka sumpah, ini pertama kalinya saya dikerjain seperti ini. Terima kasih buat semuanya dan kejutannya. Haduh, saya tuh kaget dan gak konsentrasi saat ada yang ribut-ribut sampai jawabannya pun gak nyambung,” ujar Ambu Anne sambil tersenyum.

Bahkan para petinggi di Dinas yang punya tugas mendata dan menaungi keberadaan wartawan mitra kerja Diskominfo sempat bingung, karena sudah hampir menjelang magrib Bupati mendadak memanggilnya karena ada keributan antar wartawan.

“Saya juga kaget ketika tiba-tiba dipanggil Bupati katanya ada sejumlah wartawan pada ribut diacara audiensi wartawan dengan Bupati.”kata seorang pejabat Diskominfo dilingkungan kantor Diskominfo kepada dialogpublik, Rabu (29/1/2020) (jainul abidin)