Bupati Bandung ; Wilayah Selatan sebagai Daerah Konservasi dan Pariwisata

BUPATI Bandung, Dadang Supriatna menjelaskan, bahawa pengembangan untuk wilayah selatan Kabupaten Bandung selain sebagai kawasan lindung, konservasi juga untuk daerah wisata.

” Hal itu berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung diarahkan menjadi wilayah penyeimbang kawasan perkotaan inti,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Selain itu, dalam rapat yang dipimpin Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, Dadang memaparkan, Kabupaten Bandung terbagi dalam dua layer, yakni zona didorong, yaitu kawasan yang berperan sebagai kota satelit untuk mendukung pengembangan kota inti.

Kemudian sebagai zona pengendali, adalah kawasan lindung, konservasi, dan wisata khususnya di wilayah Bandung Utara dan Selatan.

” Jadi arah kebijakan pembangunannya harus mendukung upaya konservasi untuk melindungi keanekaragaman hayati serta menjaga keseimbangan tata air dan iklim yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Dadang Supriatna menjelaskan, kawasan Bandung Selatan yang terdiri dari Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira) selain menjadi wilayah konservasi, juga berkembang pesat sebagai destinasi wisata unggulan.

Dia memapatkan, saat ini jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut mencapai sekitar 7 juta orang per tahun, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kondisi tersebut menimbulkan kemacetan di wilayah Pacira terutama saat akhir pekan, sehingga diperlukan penataan dan penambahan akses transportasi yang memadai.

“Melalui peningkatan akses jalan tol Soreang – Ciwidey – Rancabali, pengembangan cable car, serta reaktivasi jalur kereta Cikudapateuh–Ciwidey, kami ingin membuka konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat dan wisatawan,” tuturnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung juga tengah menyiapkan Sekolah Rakyat di Ciwidey dan mengembangkan kawasan pariwisata baru yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.

“Untuk itu, kami mendorong pembangunan yang seimbang antara kemajuan dan kelestarian,” ujarnya. (nk)