BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu instrumen yang sangat penting dalam pembangunan desa. Sebagai salah satu bentuk pembe rdayaan ekonomi, BUMDes bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang ada di desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara umum, kemandirian desa merujuk pada kemampuan desa untuk mengelola segala aspek kehidupan, baik itu ekonomi, sosial, maupun lingkungan, secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada bantua luar.
Sementara Pemerintah Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memastikan pelaksanaan program ketahanan pangan tahun 2025 berjalan sesuai dengan regulasi pemerintah pusat, dan Berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kepmendesa PDTT) Nomor 3 Tahun 2025, pengelolaan program ketahanan pangan desa wajib dilaksanakan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau BUMDes Bersama.
Kepala Desa Pasirhalang, Soleh Muslihat, ketika ditemui media Rabu (14/10/2925), menyampaikan bahwa BUMDes Pasirhalang Mandiri menjadi pelaksana utama program tersebut, dengan dukungan alokasi 20 persen dari Dana Desa sebagaimana diatur oleh pemerintah pusat. Fokus utama program ketahanan pangan ini adalah penanaman padi di lahan desa seluas lima hektare.
“Untuk tahun ini, kami menanam padi di lahan desa seluas lima hektare. Panen diperkirakan sekitar sebulan lagi. Karena itu kami juga tengah mempersiapkan pembangunan gudang dan tempat penggilingan padi di Kampung Sukamaju RW 02,” terangnya.
Lebih kanjut Soleh menjelaskan, hasil panen padi nantinya akan diolah langsung oleh BUMDes menjadi beras produksi sendiri. Beras tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di Desa Pasirhalang, serta akan didistribusikan ke luar desa bahkan hingga luar kabupaten.
“Ke depan, beras hasil produksi BUMDes juga akan mengisi warung-warung di wilayah Pasirhalang dan Kecamatan Cisarua. Kami ingin BUMDes mandiri yang memproduksi sendiri, dari tanam hingga distribusi,” tambahnya.
Selain memanfaatkan hasil panen lahan desa, BUMDes Pasirhalang Mandiri juga berencana membeli gabah dari petani sekitar untuk digiling sendiri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa melalui sistem pengolahan mandiri.
“Kita tidak hanya menunggu panen dari lahan desa, tapi juga membeli gabah dari petani sekitar untuk digiling sendiri. Dengan begitu, BUMDes bisa mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus memperkuat ekonomi warga,” jelasnya.
Saat ini, pembangunan gudang penyimpanan dan tempat penggilingan padi sudah dimulai. Nantinya, beras hasil produksi lokal ini akan dikemas dengan label “BUMDes Pasirhalang Mandiri” sebagai identitas produk unggulan desa.
Soleh menambahkan, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih, yang selama ini fokus pada penyediaan bahan pokok (sembako).
“Kebetulan koperasi di desa kami fokus pada distribusi sembako. Jadi nanti, beras hasil produksi BUMDes akan dipasok juga ke koperasi tersebut. Ini bentuk sinergi ekonomi antar-lembaga di desa,” pungkasnya.(trs)










