BPNT Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

BANTUAN Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program sembako bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan sasaran kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau keluarga miskin.Hal itu dikemukakan Plt. KaDinsos Kuningan Drs. Teddy Suminar,M.Si saat diwawancarai diruang kerjanya Jln RE Martadinata Ancaran Kamis (6/2/2020).

Menurutnya, Pembagian sembako ini merupakan program BPNT (bantuan pangan non tunai) yang sekarang namanya menjadi bantuan program sembako. Dengan target untuk Kab. Kuningan pada program kegiatan ini sebanyak 80.900 dari quota 82.830, yang tersebar di 32 Kecamatan.

Bantuan sosial tersebut disalurkan kepada KPM dengan menggunakan sistem perbankan, yang kemudian dapat digunakan untuk memperoleh beras dan/atau telur di E-Warong, untuk pembelian bahan sumber protein hewani dan nabati lainnya serta sumber vitamin dan mineral sebagaimana yang ditetapkan, pengembangan jenis bahan pangan yang didapatkan dari program ini akan mampu meningkatkan nutrisi/gizi masyarakat.

Bahan pangan yang dapat dibeli oleh KPM di e-Warong menggunakan dana bantuan program Sembako adalah, sumber karbohidrat: beras atau bahan pangan lokal seperti jagung pipilan dan sagu.sumber protein hewani: telur, ayam, ikan. Sumber protein nabati: kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu. Sumber vitamin dan mineral: sayur mayur, buah-buahan.pemilihan komoditas bahan pangan dalam program Sembako bertujuan untuk menjaga kecukupan gizi KPM, E-Warong ini bekerja sama dengan BNI.

Sementara itu, Bupati H Acep Purnama mengatakan pada Rabu, (5/2/2020), Program Sembako adalah pengembangan dari BPNT yang sudah dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2019. Melalui penambahan jenis pangan yang diberikan, program Sembako juga diharapkan bisa mencegah dan menekan angka stunting, serta meningkatkan kebutuhan gizi masyarakat. Dulu raskin sekarang menjadi Rastra (beras sejahtera), program ini transformasi bantuan pangan dari pemerintah pusat, sebagai salah satu faktor sebagai penunjang kesejahteraan rakyat nya.

Data penerima ini tegas Acep, harus tepat dan akurat dalam pendistribusin nya, sebagai pelaksana kegiatan ini tentunya harus tepat sasaran, tepat jumlah, kita harus memilih komiditi yang awet, kita harus mampu juga seragam dalam pendistribusian nya, tepat waktu, harus tepat waktu dalam pendistribusiannya dari hulu ke hilir, harus tepat kualitas artinya kualitas harus baik, dan tepat administrasi, agar program ini bisa berjalan dengan baik”

Pemerintah pusat akan menaikkan angka Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dari Rp. 110 ribu menjadi Rp.150 ribu/KPM setiap bulannya. Selain komoditas sembako seperti telur dan beras, pemerintah akan menambah ragam pangan, di antaranya daging ayam, ikan, dan sayuran. Kalau tahun lalu hanya komoditas sembakonya hanya untuk beras dan telur, sekarang ditambah lagi dengan daging, ayam, ikan, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Diharapkan melalui peningkatan angka BPNT dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Apalagi, sasaran yang dicapai pemerintah dari penyaluran BPNT adalah menurunkan angka kemiskinan. Tentunya ini akan bisa meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat. Mereka lebih sehat dan Mudah-mudahan mereka lebih sehat dan bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya. ( H WAWAN JR)