BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan 253 Juta untuk Ahli Waris

AHLI Waris peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menerima santunan kematian dan beasiswa anak yang diserahkan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon Sudarwoto didampingi Sekda Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.SI. di rumah almarhum, di Desa Cikaso, yang dihadiri kepala Desa Cikaso, BPJS Kuningan dan orang tua ahli waris, Kamis (17/11/2022)

Kepala BPJS Cirebon Sudarwoto mengatakan, santunan tersebut diberikan kepada tenaga kerja Almarhum Muhammad Syafiq Taufiqqurrahim (24), Warga Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya yang meninggal dunia pada tanggal 3 November 2022 karena kecelakaan kerja di Jalan Lingkar Timur Kuningan, ketika pulang dari Kantor BPS Kuningan setelah melakukan tugas sebagai petugas Regsosek tahun 2022.

“Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki laki berusia 4 bulan. Ahli waris menerima santunan jaminan kecelakaan kerja meninggal dunia sebesar 166 juta dengan beasiswa anak almarhum maksimal 87 juta. Sehubungan anak masih kecil, beasiswa akan diserahkan saat masuk sekolah,” ungkapnya.

Ia menerangkan untuk para peserta BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya diwajibkan membayar iuran sebesar Rp16.800, dimana iuran itu digunakan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Jaminan diberikan ketika peserta mengalami kecelakaan, ketika bekerja maupun yang akan berangkat kerja sampai kembali akan mendapatkan kompensasi dari BPJS. Jika peserta mengalami kematian ahli warisnya juga akan mendapatkan jaminan kematian dari keikutsertaannya. Penyerahan santunan seperti ini diberikan juga kepada Ahli waris a.n Solihin warga Desa Bantarpanjang, Kec. Cibingbin,” ungkapnya.

Sekda Dian turut berbela sungkawa dan mendoakan Almarhum, semoga diberikan kemuliaan di sisi Allah, bagi keluarga diberikan ketabahan dan kelak anaknya menjadi anak yang sholeh.

Lebih lanjut Dian berharap, BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Kuningan dapat diikuti oleh tenaga kerja disektor perdagangan, pertanian, pedagang pasar, pedagang keliling, pekerja di perusahaan dan mencakup semuanya. Termasuk THL yang ada di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pimpinannya untuk mendorongnya, begitu juga dukungan dari perusahaan.

Menurutnya, Iuran tidak seberapa tapi manfaatnya luar biasa sangat diperlukan bagi keluarga yang terkena musibah. Karena kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya. Kerjasama yang baik antara pemerintahan daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan akan kita tingkatkan, karena hal ini bagian dari mengurangi tingkat kemiskinan. (H WAWAN JR).

dialogpublik.com