BOOMS KBB gelar audiensi dengan pimpinan DPRD

BARISAN Ormas, OKP, LSM, dan Mahasiswa (BOOMS) Kabupaten Bandung Barat (KBB) gelar audiensi dengan pimpinan DPRD KBB Rabu, ( 3/09/2025).

Pertemuan berlangsung di kantor DPRD KBB dengan dihadiri pimpinan DPRD, Kapolres Cimahi, Komandan Rayon Militer 0609, serta Pupuhu BOOM serta perwakilan BOOMS Bandung Barat, dari audiiensi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang ditandatangani bersama,

Audiensi yang dilaksanakan Jam 10.00 Wib, sempat tertunda sementara, karena dari BOOMS menginginkan kelengkapan ada Wakil DPRD KBB tidak hanya Ketua DPRD saja, audien dilanjut kurang lebih jàm 13.00 Wib.yang di hadiri juga oleh Kapolres Cimahi dan Dandim 0609 yang diwakili oleh Danramil Padalarang.

Dalam audiensi itu, BOOMS menekankan beberapa tuntutan utama, diantaranya dukungan penuh terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta permintaan agar DPRD membuka ruang komunikasi yang lebih intens dengan masyarakat.

Diskusi berjalan dengan lancar, dan beberapa perwakilan dari ketua LSM, Ormas dan OKP yang hadir ikut menyampaikan tuntutan yang di ajukan, sehingga melahirnya tanda tangan kesepakatan bersama.

Tuntutan ini kemudian dikuatkan dalam surat pernyataan sikap yang ditandatangani bersama, berisi sepuluh poin komitmen menjaga kondusivitas serta keberpihakan kepada rakyat.

Wakil Ketua DPRD KBB, Asep Dedi, didampingi Pipih Supriati dan ketua DPRD H. Muhamad Madi menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga menyinggung anggaran APBD Rp3,4 triliun harus benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai masih ada alokasi anggaran yang belum menyentuh kebutuhan rakyat secara utuh, termasuk terkait nasib tenaga honorer.

“APBD Rp3,4 triliun ini harus dirasakan oleh masyarakat. Jangan sampai salah arah. Termasuk soal gaji honorer, kita harus kritisi bersama agar anggaran benar-benar berpihak kepada rakyat,” tegas Asep.

Asep juga menyampaikan apresiasi kepada BOOMS yang sudah ikut menjaga kondusivitas di Bandung Barat. Menurutnya, menjaga suasana tetap aman dan harmonis penting agar aspirasi rakyat dapat diperjuangkan dengan baik.

“Terima kasih sudah ikut menjaga kondusivitas di KBB. Ini apresiasi untuk teman-teman semua. Bandung Barat harus tetap kondusif, tapi kita juga punya PR besar untuk memastikan kebijakan daerah sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(trs)