Berkunjung ke DPRD Kabupaten Bandung, Harus Puas Diterima Sekretariat

LAGI – lagi tamu yang berkunjung ke DPRD Kabupaten Bandung, harus puas diterima sekretariat. Pasalnya secara rombongan para wakil rakyat pergi ke Jakarta.

Kejadian itu bukan yang pertama, sebelumnya masyarakat yang akan.menyampaikan aspirasi, berakhir dengan kekecewaan karena para wakil rakyat tidak di tempat.

“Hari ini (kamis 19/12/2019- Red) DPRD Kabupaten Bandung menerima kunjungan dari DPRD Kabupaten Sragen dan Majalengka. Karena dewannya sedang ke Jakarta, akhirnya tamu diiterima oleh Humas, Protokol DPRD,” jelas staf Humas, Protokol DPRD Kabupaten Bandung, Utis Sutisna,S.Sos di Soreang.

sekwan1
Caption : Kasubag humas & Protokol DPRD Kab Bandung, Drs. R Eppy A Rofikin (tengah) didampingi staf, Utis Sutisna, S.Sos ( kiri)

Menurutnya tamu dari Majalengka sebanyak 16 orang. Tujuannya ke Kab Bandung, ingin Study Banding soall Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terutama mengenai regulasi atau Perdanya.

Sedangkan dari Sragen, rombongan sebanyak 15 orang, maksudnya untuk mencari perbandingan soal tata tertib (tatib), tata beracara dan kode etik.

“Yang berhak menjelaskan itu kan Anggota Dewan, bukan Sekretatiat. Jadi soal tatib, kode etik dan tata beracara kita hanya memberi drafnya saja. Kita hanya mengatakan, jika aturan bagi anggota Dewan tersebut di Kabupaten Bandung telah diparipurnakan,” ujarnya.

Disinggung soal pemberitahuan dari daerah yang akan berkunjung, menurut Utis, minimal tiga hari sebelumnya surat pemberitahuan sudah.dikirim.ke DPRD Kabupaten Bandubg. Humas menyampaikan ke pimpinan, untuk didisposisi.

Tetepi, meskipun pimpinan telah mendisposisi, saat tamunya datang selalu bersamaan dengan kegiatan Dewan. “Ya seperti sekarang, jauh – jauh harus Sragen dan Majalengka kirim.surat akan kunjungan ke sinj. Bahlan disposisi pimpinan juga sudah turun, tetapi anggota dewan tetap tidak.bisa menerimanya,” tuturnya.(hen/nk)

dialogpublik.com