BBM Naik, Kantor Bupati Kuningan Diserbu Ratusan Mahasiswa

RATUSAN mahasiswa STKIP Muhamadiyah Kuningan menyerbu Kantor Bupati di jalan Siliwangi 88 Kuningan, menolak keras kenaikan harga BBM bersubsidi yang dinilai menyengsarakan rakyat. Namun pengunjuk rasa tak bisa masuk lantaran pintu pagar besi dijaga ketat petugas keamanan dari Polres, Sat.Pol.PP dan Dishub, Jumat petang (16/9/2022).

Melihat situasi para pendemo tersebut, Bupati Kuningan H Acep Purnama. SH MH didampingi Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda langsung menemui Masa dan mendengarkan aspirasi mahasiswa STKIP Muhamadiyah Kuningan.

Bupati Acep ditengah para pendemo menyambut baik aspirasi mahasiswa STKIP Muhamadiyah Kuningan. “Kami dari Pemerintah daerah Menolak, dan akan mencari solusi untuk menanggulangi dampak kenaikan BBM ini, Kita sudah mengalokasikan beberapa Anggaran, seperti untuk bidang transfortasi, UKM dan masyarakat yang terdampak lainnya,” Terangnya.

Meski hujan mengguyur deras, namun Bupati tetap bertahan ditengah masa Mahasiswa yang berorasi menolak kenaikan harga BBM.

“Para Orator tampil secara bergiliran dan mengecam keras kebijakan Presiden Jokowi menaikan harga BBM Pertalite, Pertamax dan Solar yang berdampak rakyat semakin sengsara,” tandasnya seraya meneriakan yel-yel “hidup rakyat Indonesia”

Sementara itu, sebelum para pengunjuk rasa membubarkan diri, Bupati Kuningan Acep mengajak seluruh pendemo maupun petugas keamanan untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan gedung pendopo. Aksi unjuk rasa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib menjelang magrib.(H. WAWAN JR)

dialogpublik.com