ASN Mendapatkan Pelatihan Sosio-Kultural

PARA kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setingkat dinas, badan dan kepala bagian Sekretariat Daerah (Setda) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapatkan pelatihan sosio-kultural. Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan termasuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini adalah pengembangan kompetensi sosio-kultural. Itu lebih ke aspek psikologis, komunikasi, kerjasama kita dengan temen-temen ASN,” ucap Yayan Ahmad Brillyana, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung di sela-sela pelatihan di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Selasa (18/2/2020).

Yayan menuturkan, pelatihan sosio-kultural ini penting bagi para ASN. Sebab, berkenaan dengan pembangunan karakter dan psikologis ASN yang menjadi penunjang kinerjanya, disamping menguasai kemampuan teknis.

“Seluruh ASN kan mendapatkan sosio-kultural, misalkan setiap Rabu mengaji itu bagaimana memanage psikologisnya, menyemangati sikap dan perilakunya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, BKPP juga meluncurkan dgitalitasasi manajemen kepegawaian. Yakni, beragam layanan digital yang terus dikembangkan oleh BKPP dalam rangka mengakomodir kepentingan para ASN di Pemkot Bandung.

Sejumlah layanan digital yang terus dikembangkan oleh BKPP Kota Bandung diantaranya Aplikasi Kenaikan Gaji Berkala Online (KGB Online), Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) Mobile, lalu Sistem Informasi Manajemen Karier (SIMEKAR).

Kemudian Sistem Informasi Penilaian Kompetensi Pegawai (SIKOM), lalu ada E-Learning dan Sistem Informasi Tugas Belajar Dan Izin Belajar (Sitimbel).

“Karena di era teknologi ini dengan harapan masyarakat begitu tinggi, jenis pelayanan semakin banyak, manusia semakin berkurang, teknologi semakin berkembang jadi kita manfaatkan teknologi ini untuk memberikan pelayanan kepada ASN,” ungkapnya.

Yayan mengatakan sejumlah layanan digital tersebut sebelumnya sudah ada, namun terus dilakukan pembaharuan demi memberikan pelayanan secara optimal. Sehingga, para ASN Kota Bandung bisa mengurus keperluan administrasinya secara mandiri.

“Kalau BKPP harus mengurus 15 ribu ASN pasti akan keberatan, karena SDM-nya tidak mencukupi,” katanya.

Melalui pelatihan sosio-kultural ini, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial juga menaruh harapan besar bahwa ASN di lingkungan Pemkot Bandung mampu memberikan pelayanan terbaik untuk pemerintah atau bahkan masyakatnya sendiri.

“Saya melihat bagaimana materinya sangat luar biasa, saya berharap ini betul-betul ada aspek hijrah perubahan dari mindset dan spirit untuk ASN Kota bandung dan ASN Kota bandung lebih baik,” tutur Oded.(DP)

Categories: Pemerintahan

dialogpublik.com