Dialogpublik.com, Untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dan pemerataan, sekaligus membantu mobilitas pelajar bagi masyarakat diwilayah Padalarang,Purabaya,Saguling,Cipongkor, Ketua DPC Organda Bandung Barat Asep Dedi, berencana akan membuka trayek angkutan umum baru dari Padalarang, Purabaya menuju wilayah Saguling dan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, yang berharap dapat dukungan penuh dari Dishub KBB.
Ketua DPC Organda KBB, yang akrab dipanggil Bang Ucok, dinilai keberadaan trayek tersebut sangat perlu dibutuhkan masyarakat, terutama untuk membantu mobilitas pelajar sekaligus menunjang aktivitas ekonomi warga di wilayah Saguling dan Cipongkor,” terangnya. Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, keberadaan angkutan umum dapat membantu masyarakat menekan biaya mobilisasi sehari-hari. Terlebih, akses transportasi menjadi kebutuhan penting bagi pelajar yang harus menempuh perjalanan dari wilayah tersebut menuju sekolah.
“Sekarang kan sekolah SMP, SLTA gratis, SMP gratis, tetapi dengan kondisi transportasi yang mahal, akhirnya biaya itu tinggi di ongkos mobilisasi,” ujarnya.
“Keberadaan angkutan umum dengan tarif yang lebih murah dan terjangkau dapat membantu masyarakat, termasuk para pelajar.Dengan adanya angkutan umum masuk ke sana, pastinya sangat membantu sekali baik masyarakat maupun pelajar,” imbuhnya.
Ia menambahkan, perjalanan yang menggunakan layanan ojek daring dapat menghabiskan biaya sekitar Rp20 ribu, sedangkan dengan angkutan umum biayanya bisa jauh lebih rendah, tergantung jarak dan trayek yang ditempuh.
“Kalau angkot mungkin Rp5 ribu, atau paling mahal juga Rp10 ribu ke bawah. Jadi bisa 50 persen lebih murah,”jelasnya.

Keberadaan dan mangfaat trayek baru nantinya tidak hanya dirasakan para pelajar, keberadaan transportasi umum juga dapat membantu masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi.
warga yang memiliki hasil pertanian dan hendak menjual hasil panennya ke pasar di kawasan Padalarang. Misalkan hasil panenya kalau naik Gojek ongkosnya berapa sampai ke pasar Padalarang? Namun kalau naik angkutan umum Jelas akan lebih mudah dan lebih murah biayanya,” tuturnya.
Karena itu, Ucok menilai Transportasi umum yang menjangkau wilayah Saguling dan Cipongkor berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Ucok menambahkan, semakin mudah akses transportasi, semakin mudah pula masyarakat membawa hasil produksi maupun melakukan aktivitas perdagangannya.
“Keberadaan angkutan umum masuk ke Saguling, dan Cipongkor jelas yang harapan masyarakat semuanya,” katanya.
Selain aktivitas perdagangan, Ia menilai pembangunan infrastruktur dan masuknya transportasi ke suatu wilayah dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan kawasan.infastruktur yang lebih baik dan akses transportasi yang memadai akan dapat meningkatkan nilai aktivitas ekonomi di sekitar wilayah tersebut,
Ucok berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, yang dalam hal ini Dinas Perhubungan agar rencana pembukaan trayek baru, bisa terealisasi, Iapun memahami dengan kendala yang dihadapi sekarang ini masalah infastruktur/jalan yang belum memadai, namun kalau kita dipikirkan bersama niscaya akan bisa dan terwujud.
“Kami sebagai Ketua DPC Organda Bandung Barat sangat berharap sekali kepada pemerintah KBB untuk segera membangun infrastruktur yang masuk ke Saguling, pelebaran dan peningkatan kondisi jalan menjadi langkah awal sebelum program trayek angkutan umum tersebut direalisasikan.
“Kalau sekarang belum memadai angkutan masuk karena jalannya belum lebar. Kami mohon jalan bisa dilebarkan dulu, supaya lebih siap untuk program tersebut,” pungkasnya (ADV)










