Anggota DPRD Kab.Bandung, H.Dasep Kurnia Lakukan Walk Out saat Paripurna

ANGGOTA DPRD Kabupaten Bandung, H.Dasep Kurnia melakukan aksi  walk out saat rapat paripurna yang digelar, Senin (21/3/2022).

Pada rapat paripurna penetapan rotasi keanggotaan alat kelengkapan dewan (AKD), Dasep melakukan interupsi, karena jumlah anggota dewan yang ada di setiap (AKD) tidak sesuai dengan peraturan perundang – undangan.

” Untuk anggota Badan Anggaran (Bangar) aturannya, paling banyak itu setengah dari jumlah anggota dewan. Di DPRD Kabupaten Bandung anggotanya ada 45 orang, jadi untuk bangar jumlahnya 1/2 dari itu,” paparnya.

” Seharusnya di Bangar itu 27 orang, bukan ditetapkan 28 amggota. Itu kan melanggar,” imbuh Dasep.

Selain itu tambahnya, dalam aturan untuk komisi keanggotanya juga hanya 8 orang, tetapi di DPRD Kabupaten Bandung ada yang sampai 11 orang dan minimalnya 9 orang.

Menurutnya, kebijakan penetapan anggota komisi itu tidak seimbang andai pun harus ada pemerataan tidak seperti itu.

Yang jelas ujarnya, untuk menetapkan seseorang menjadi anggota komisi A, B, C atau D harus ada beberapa pertimbangan, terutama skillnya.

Dasep prihatin, sebab pelanggaran terhadap undang – undang dianggap biasa, serta menjadi suatu pembenaran.

“Kebenaran itu akan menjadi sesuatu yang aneh di kabupaten Bandung, pelanggaran saja yang terjadi masalah saat tetap saja alasannya ada ada ada !,”tuturnya.

Legislator PKS ini mengungkspkan, pimpinan DPRD yang membuat aturan untuk dilanggar, sebagai anggota dewan harus taat dan patuh pada aturan itu.

” Saya tidak mau, ini lembaga politik kita harus taat dan patuh pada aturan perundang – undangan, bukan sebaliknya,” ujar anggota komisi B ini.

Saat ini di legislatif Kabupaten Bandung ucap Dasep, melanggar peraturan perundang-undangan itu hal sepele, bahkan mulai diabaikan.

Hal itu satu kesalahan yang terus-menerus dilakukan, serta dianggap benar. Padahal saat dilantik sebagai anggota legislator, semua bersumpah akan selalu taat dan patuh terhadap aturan perundang – undangan.

“Sementara, sekarang dengan terang – terangan, mereka melanggar peraturan-peraturan tersebut,” pungkasnya. (nk)

dialogpublik.com