WAKIL Bupati Bandung, Ali Syakieb mengapresiasi insan kesehatan yang telah berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat Kabupaten Bandung.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya pada insan kesehatan yang sudah bekerja tanpa lelah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61 tingkat Kabupaten Bandung di Soreang, Selasa (28/11/2025).
“Generasi sehat adalah pondasi kuat bagi pembangunan yang berkelanjutan,” tambah Ali.
Dalam kegiatan bertema “Generasi Sehat Masa Depan Hebat” juga diberikan penghargaan pada Posyandu terbaik, Rumah Sakit teresponsif, bidan praktik mandiri terbaik, klinik terbaik, dan sejumlah kategori lainnya.
Sementara Ali memaparkan, untuk menuju Indonesia Emas 2045 persiapannya harus dimulai dengan membangun SDM unggul sejak sekarang. Dirinya merasa prihatin melihat anak muda yang harus membatasi makanan karena penyakit tidak menular.
“Saya suka sedih melihat generasi yang usianya masih belia tetapi sudah harus jaga makanan karena memiliki riwayat penyakit tertentu. Fenomena itu menjadi pelajaran bagi saya untuk menjaga kesehatan lewat asupan makanan dan olahraga,” ucapnya.
Ia juga bercerita, sejak SMA dirinya terbiasa berolahraga, saat ini tren gaya hidup sehat semakin meluas di kalangan masyarakat.
“Sekarang olahraga sudah jadi gaya hidup. Bahkan tempat hiburan malam makin sepi karena anak-anak mudanya sibuk berolahraga. Artinya, masyarakat kita sudah mulai sadar pentingnya kesehatan,” tuturnya.
Pemkab Bandung, lanjut Ali, terus memperkuat layanan kesehatan melalui sejumlah program, termasuk pemberian BPJS Kesehatan gratis bagi 1.600 guru ngaji beserta keluarganya.
Program itu, diantaranya yang mendorong capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Bandung dari 96,41% pada 2022 menjadi 99,57% pada 2024. Angka harapan hidup masyarakat pun meningkat dari 74,01 menjadi 75,23 tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Yuli Irnawaty Mosjasari, menjelaskan bahwa peringatan HKN ini bertujuan memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular dan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Ia menyebutkan, sejak awal November, Dinkes telah melaksanakan rangkaian layanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan kesehatan anak sekolah, IVA test untuk deteksi dini kanker serviks, pemeriksaan makanan dan minuman, pemeriksaan kesehatan lingkungan di SPPG untuk mendukung MBG, serta pelaksanaan kejar imunisasi dasar.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung dan mitra yang sudah mendukung dalam melaksanakan program – program kesehatan,” ujarnya.
“Dengan fondasi kesehatan yang kuat, kita yakin Kabupaten Bandung bisa mewujudkan generasi yang hebat untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tambah Yuli. (nk)










