SEKITAR 9.240 KK di Kabupaten Bandung terdampak bencana kongsor dan banjir. Oleh karena itu, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb tinjau dua titik terparah, yakni Dayeuhkolot dan Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Jumat (5/12/2025).
Bandasari menjadi wilayah terparah, karena selain banjir daerah ini juga dilanda longsor, tiga rumah rusak berat dan harus direlokasi. Selain itu, ditemukan beberapa titik tanah retak yang berpotensi terjadinya longsor susulan.
“Semalam kita sudah memantau titik-titik mana yang terdampak. Cangkuang adalah titik terparah karena tidak hanya banjir tapi juga longsor. Warga yang terdampak sudah diungsikan dan mendapat bantuan,” ungkap Alie yang saat itu didampingi para asisten daerah, serta Kepala BPBD Kabupaten Bandung.
Melihat kondisi curah hujan yang tinggi dan merata di wilayah Bandung Raya, Ali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.
“Ini adalah peringatan bagi kita semua. Jangan main-main dengan tata ruang karena alam akan membalas apa yang kita lakukan. Kalau sudah terjadi bencana, uang sebanyak apapun tidak akan bisa mengganti nyawa yang hilang,” tegasnya

Menurutnya, Pemkab Bandung akan terus mencari solusi terbaik untuk melindungi masyarakat dan menginstruksikan perangkat kewilayahan agar bersiaga penuh.
“Saya sudah instruksikan RT-RW di sini, jika malam nanti ada hujan besar lagi, bantu masyarakat untuk evakuasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ali menyampaikan di Dayeuhkot BPBD telah menyiapkan delapan pompa penyedot air untuk mengalirkan air ke sungai.
Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk penanganan bencana.
“Kami mendapatkan laporan ada 9 titik daerah terdampak. Kita berharap agar hujan intensitasnya berkurang supaya BPBD bisa melakukan penanganan dan evakuasi,” jelasnya.
Ia juga merinci laporan kejadian bencana yang diterima BPBD, di antaranya longsor di Pangalengan, Panyirapan, Cangkuang, dan Cimaung.
Sementara banjir terjadi di Soreang, Katapang, Bojongsoang, Margaasih, Dayeuhkolot, dan Baleendah. Jumlah korban terdampak paling banyak di Dayeuhkolot dengan 9.240 KK, Bojongsoang sekitar 3.000 jiwa dan 73 KK di Bandasari, Kecamatan Cangkuang. (nk)










