Ali Syakieb: Biker Jangan Ganggu Ketertiban dengan Knalpot Brong

dialogpublik.com,- Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengaku dirinya seorang rider dan hobi dengan otomotif. Namunn tidak setuju dengan knalpot brong, karena mengganggu kenyamanan orang atau pengendara lain.

Hal itu terungkap saat memberi sambutan pada pemusnahan barang bukti knalpot brong serta ribuan botol minuman keras (miras) hasil Operasi Pekat Lodaya 2026, di Dome Bale Rame Soreang, Kamis (12/3/2026).

“Saya atas nama Pemkab Bandung dan Bapak Bupati Bandung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Polresta Bandung beserta jajaran atas hasil dari Operasi Pekat Lodaya ini dalam rangka memberantas penyakit masyarakat,” ucapnya.

Ali mengimbau kepada generasi muda untuk menjauhi alkohol dan lebih memilih melakukan kegiatan positif.

“Berhenti dari sekarang yang masih suka mengkonsumsi miras. Jangan sampai berhenti sudah terkena penyakit lever atau lambung,” pesannya.

Ali pun menyinggung soal pemusnahan knalpot brong yang banyak dipakai generasi muda untuk motornya.

“Saya juga anak biker dan suka touring. Tapi sebagai anak motor saya tidak setuju kalau memakai knalpot brong karena bikin sakit kuping,” kata Ali.

Dia berharap kepada para Briker jika ingin memodifikasi motornya khususnya pada knalpot, jangan sampai suaranya megganggu kenyamanan masyarakat atau pengendara lain.

Ungkapan senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Akhiri Hailuki, yang mengapresiasi kinerja Polresta Bandung dalam memberantas pekat dan knalpot brong.

Menurutnya, penggunaan knalpot brong tersebut mengganggu ketertiban masyarakat dan lalu lintas jalan.

“Jangan sampai penggunaan knalpot brong ini dijadikan sebuah lifestyle generasi muda. Kalau mau memodifikasi motornya, jangan sampai mengganggu para pengguna jalan lain atau masaryakat,” tandas Luki.**