Sekolah Rakyat, Akses Pendidikan Menjadi Hak Semua Anak

KETIMPANGAN akses pendidikan yang selama ini  menjadi persoalan di Indonesia,sepertinya bisa segera terjawab, pemerintah kini  meluncurkan  program Sekolah Rakyat, Program itu merupakan terosbosan yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan dari akarnya.

Meurut Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Dr. Cecep Suhendar, Sekolah Rakyat didirikan khusus untuk nak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Karena, jelasnya   setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, harus memiliki kesempatan untuk belajar di lingkungan yang memadai, lengkap dengan fasilitas seperti laptop dan ruang kelas yang nyaman.

Menurutnya, Sekolah Rakyat  menawarkan pendidikan berkualitas dan  gratis. Siswanya bukan saja mendapatkan fasilitas belajar yang memadai, tetapi juga disiapkan asrama untuk pembentukan karakter anak. Pendidikann dengan model  boarding school ini, seluruh kebutuhan siswa mulai dari makan, tempat tinggal, seragam, hingga perlengkapan sekolah ditanggung  negara.

“Saya sepakat bahwa pendidikan harus menjadi hak semua anak, Tetapi, untuk masuk di Sekolah Rakyat harus benar-benar anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.  Untuk itu perlunya kolaborasi antara berbagai instansi, termasuk Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, untuk memastikan anak-anak yang berhak masuk di Sekolah Rakyat. Dinas Sosial sangat penting untuk hadir dan ikut menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan akses pendidikan tersebut, jangan sampai anak orang kaya menikmati juga fasilitas itu,” katanya.

Kehadiran Sekolah Rakyat, ujar politisi Golkar ini, dirancang untuk memutus rantai kemiskinan dengan mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing global.Dengan hadirnya sekolah itu, membuktikan jika fasilitas pendidikan yang baika tidak hanya dinikmati oleh kalangan kaya, tetapi dari keluarga miskin juga berhak mendapatkannya,

Menurutnya, selama ini sistem zonasi dan prestasi dalam penerimaan siswa baru sering kali menjadi penghalang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.”Banyak anak yang terpaksa putus sekolah karena tidak bisa memenuhi syarat zonasi,” keluhnya.

Untuk itu, ujar legislator asal dapil 4 ini, berharap agar sistem penerimaan siswa baru dapat lebih inklusif, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin. Sekolah Rakyat adalah solusi yang diharapkan dapat mengatasi masalah ini. Dngan pendidikan gratis, pakaian, dan makanan, anak-anak dari desil 1 dan 2 akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Dia berharap, Sekolah Rakyat dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah dan harapan hidup masyarakat.”Dengan pendidikan yang lebih baik, kita bisa berharap bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga akan meningkat,” pungkasnya.(nk)