DARI segi anggaran Kabupaten Bandung termasuk daerah yang belum mandiri, karena di tahun 2026 dari APBD sekitar Rp 6 triliun Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya hanya 1,4 triliun, sisanya transfer dari pemerintah pusat.
Denikian dikatakan Wakil Ketua lll DPRD Kabupaten Bandung, Dr.Akhiri Hailuki usai menggelar reses masa sidang l tahun 2025 di Pesona Club House Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/11/2025).
” Bandung belum termasuk kebupaten yang mandiri, salah satu indikatornya tahun 2026 APBD nya Rp 6 triliun, hanya 1,4 triliun yang di biayai secara mandiri. Sisanya Rp 4,6 triliun dari pusat,” tuturnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong peningkatan PAD dengan menggali potensi pendapatan yang selama ini belum terangkat.
” Jadi peningkatan PAD tidak dengan menaikan pajak, karena itu akan jadi beban masyarakat,” ujarnya.
Terkait Aspirasi, legislator asal dapil 1 ini mengatakan, dirinya akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa merealisasikannya.
” Di tahun 2026 kami berharap bisa lebih berperan dalam urusan pembangunan daerah. Untuk Kecamatan Soreang anggaran pembangunannya mudah – mudahan bisa meningkat,” harapnya.
Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, reses merupakan sarana anggota DPRD untuk bersilaturahmi sekaligus menjaring aspirasi dari masyarakat serta konstituennya.
Selain itu, reses juga merupakan tugas anggota DPRD dalam rangka menampung aspirasi, serta mendorong untuk mewujudkan harapan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Hailuki mengatakan alasannya menggelar reses di Panyirapan, Menurutnya, dari raihan suara 797 pada pemilu 2024, Desa Panyirapan merupakan penyumbang suara terbanyak bagi Hailuki.
“Saya ucapkan tetimaksih kepada relawan yang telah berjuang., Tidak mungkin jadi anggota dewan tanpa perjuangan mereka, ” jelasnya.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Desa Panyirapan, Dadang Sihabufin Latif. Sekretaris Kecamatan Soreang, Perwakilan Kapolsek Soreang.(nk)










