Kepala DKUPP Purwakarta Resmi Menutup Bimtek Pengurus Koperasi Merah Putih Tahap Pertama

KEPALA Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tepat pukul 15.38 Wib secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM) Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih tahap pertama bertempat di Ballroom Hotel Intan Purwakarta, Kamis 16 Oktober 2025.

Pada sambutannya, Kepala DKUPP Purwakarta, Hariman Budi Anggoro mengucapkan selamat kepada para peserta selama 3 hari sejak tanggal 14 Hingga 16 Oktober 2025 mengikuti kegiatan tersebut tentunya mendapatkan ilmu dan berharap setelah kembali ke desa masing-masing Ilmu itu bisa diterapkan di Kopersai Merah Putih agar Koperasi Merah Putih berkibar sesuai harapan Presiden RI Prabowo Subianto.

”Intinya sesuai arahan Bapak Presiden, Koperasi Merah Putih ingin cepat bisa berjalan, Gaspol. Cita-cita Bapak Presiden Koperasi ini bener-bener berjalan. Kenapa karena Koperasi ini bisa membangkitkan ekonomi di Desa,”kata Kadis KUPP, Hariman yang disambut tepuk tangan peserta Bimtek.

Tujuan dilaksanakan Bimtek peningkatkan kapasitas SDM agar pengurus dalam mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan. Kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM diikuti oleh para ketua atau perwakilan Koperasi Merah Putih dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Purwakarta tahap pertama menjelaskan

Peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi Merah Putih yang di selenggarakan oleh DKUPP Purwakarta

Kepala DKUPP Kabupaten Purwakarta mengatakan bahwa pelaksanaan Bimtek itu merupakan langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan koperasi di daerah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan bisa membekali para pengurus dengan pemahaman yang komprehensif tentang tata kelola, perencanaan usaha, dan pelaporan keuangan koperasi agar dapat berjalan sesuai regulasi,”ujar Kadis KUPP Hariman.

Hariman mengemukakan, hingga saat ini telah terbentuk 192 koperasi Merah Putih di Kabupaten Purwakarta, terdiri dari 183 koperasi Desa dan 9 koperasi Kelurahan. Seluruh koperasi tersebut telah berbadan hukum dan aktif menjalankan kegiatan usaha.

Karena keterbatasan anggaran, pelaksanaan Bimtek dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berlangsung 14–16 Oktober 2025 dengan 96 peserta, dan tahap kedua akan dilaksanakan nanti pada tanggal 21–23 Oktober 2025 dengan jumlah peserta yang sama.

Selama tiga hari kegiatan Bimtek, peserta mendapatkan materi dari narasumber Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, termasuk dari tim Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, Pelatihan, Perkoperasian dan Wirausaha (P3W).

“Hari pertama difokuskan pada tata kelola koperasi, penyusunan rencana strategis, manajemen risiko, serta pembuatan SOP dan business model koperasi. Hari kedua membahas inovasi usaha, penyusunan proposal, serta manajemen pemasaran. Sedangkan hari terakhir di isi dengan materi tentang perencanaan keuangan, penyusunan RAPBK, akuntansi, dan analisis laporan keuangan,” jelas Hariman.

Kadis KUPP Hariman menambahkan, Bimtek juga disertai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.

“Kegiatan ini sangat penting, karena sebagian besar koperasi Merah Putih dibentuk secara cepat berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Banyak pengurus yang belum sempat mendapatkan pelatihan dasar. Sehingga melalui Bimtek ini mereka dapat memahami kembali prinsip dan praktik koperasi yang benar,”tuturnya.

Menurut Hariman, koperasi Merah Putih di Purwakarta diarahkan untuk bergerak di sektor usaha riil, bukan simpan pinjam.

“Fokusnya pada usaha seperti sembako, gas, dan pupuk. Ke depan memang ada rencana pengembangan ke sektor simpan pinjam, salah satunya untuk membantu masyarakat menghindari praktik rentenir atau bank emok,” katanya.

Hariman berharap, para peserta yang sudah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan nantinya bisa mengaplikasikan hasil Bimtek di koperasi masing-masing.

“Koperasi merupakan wadah ekonomi bersama. Pengurus harus amanah dan transparan dalam mengelola usaha, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anggota dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. Tampak hadir, Kepala Bidang Koperasi pada DKUPP, Lusiana Madiyasari. (ADV)