PROGRAM ”PURWAKARTA NGOSREK” yang di canangkan Bupati Puwakarta, Jawa Barat, Om Zein – sapaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein – sejak dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu berdampak besar kepada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Purwakarta.
”Program ”NGOSREK” sangat berdampak positif pada kunjungan wisatawan ke Kabupaten Purwakarta. Dengan adanya program itu (Ngosrek = Bersih-bersih sampah) para wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta merasa nyaman karena lingkungan yang bersih dari sampah,”ungkap Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud), Drs. H. Suhandi, M.Si didampingi Kabid Pariwisata pada Disporaparbud, Dodi Samsul Bahri, SE, M.M., dikantornya, Jumat 3 September 2025.
”Konsep sadar wisata di Indonesia itu terdiri dari tujuh unsur (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan). Maka program ngosrek yang di inisiasi Bupati Purwakarta sejalan dengan konsep itu,”terang Suhandi.
Kata “Ngosrek” sendiri merupakan istilah khas Sunda yang menggambarkan kegiatan membersihkan secara menyeluruh dan menyentuh akar permasalahan yang bukan sekadar permukaan. Di dalamnya terkandung nilai keikhlasan, kerja sama, dan kecintaan pada lingkungan.
Program ini rutin digelar oleh warga Purwakarta setiap hari Selasa dan Jumat, baik di sekolah, kantor pemerintahan, ruang publik, hingga lingkungan perumahan yang langsung di komandoi oleh Bupati Om Zein.
Purwakarta Ngosrek selain gerakan fisik, juga spiritual dan kultural. Ngosrek adalah bentuk konkret dari nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di masyarakat. ”Kita tidak hanya bersih-bersih sampah, tapi juga menyapu ego sektoral, menyeka perbedaan, dan menghidupkan kembali gotong royong,”demikian sebagaimana disampaikan Bupati Purwakarta Om Zein dalam suatu kesempatan.
Menurut Kadisporaparbud yang pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Kominfo dan menjabat sebagai Sekretaris DPRD Purwakarta, Suhandi optimis target kunjungan wisatawan ke Kabupaten Purwakarta tahun 2025 sebanyak 2 (dua) juta wisatawan akan tercapai. ”Insya Alloh target itu akan tercapai,”kata Suhandi optimis.
Apalagi, kata Suhandi, apa yang dibutuhkan para wisatawan tersedia di Purwakarta. Suhandi mencontohkan destinasi wisata di Purwakarta lengkap, Ada destinasi wisata Religi, Wisata Kuliner, wisata alam dan lainnya.
Destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan luar daerah diantaranya Masjid Agung Baing Yusuf. Masjid ini memiliki makam RH Moch Yusuf yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
RH Moch Yusuf merupakan seorang ulama kelahiran Bogor yang mendirikan masjid ini sebagai tempat syiar agama Islam.
Terletak di pusat kota Purwakarta, Masjid Agung Baing Yusuf menyimpan sejarah dan nilai religi yang kaya.
Kemudian destinasi wisata Makam Mama Sempur. Mama Sempur adalah keturunan Rasulullah SAW dan setiap tahunnya, pada tanggal 28 Juli, terdapat puncak acara haul di makam tersebut.
Para pengunjung dapat merasakan kehangatan dan kebersamaan dalam acara haul Mama Sempur.
Tempat Wisata Kuliner di Purwakarta seperti Sate Maranggi Hj. Yeti terletak di Desa Cibungur dan Kampung Sate Maranggi di Desa Anjun bersebelahan dengan kantor Kecamatan Plered.
Ada juga wisata kuliner di Jl. Muchtar Kusumaatmaja Daerah Kaum dekat Pusat Pemerintahan Kabupaten Purwakarta. Disini tersedia jajanan khas Purwakarta seperti simpng. (ADV).










