BUPATI Bandung Dadang Supriatna merasa prihatin dan duka mendalam atas kejadian bunuh diri seorang ibu dan dua anaknya di Kecamatan Banjaran pada Jumat (5/9/2025) kemarin.
“Saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam sekaligus prihatin atas peristiwa tragis yang menimpa satu keluarga di Banjaran,” ujarnya melalui akun instagram pribadinya @dadangsupriatna, Sabtu (6/9/2025).
Menurutnya, kejadian tragis tersebut menjadi pengingat semua pihak, bahwa tanpa disadari masih ada warga yang menanggung beban hidup berat di lingkungan kita semua.
Oleh karena itu, pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan mengetahui secara persis apa yang sedang terjadi dan dibutuhkan oleh warganya.
Untuk itu, tegasnya, dalam berbagai kesempatan dia seringkali menginstruksikan kepada para camat, kepala desa, Ketua RW dan para Ketua RT agar lebih peka terhadap lingkungan dan mengetahui keadaan warganya.
“Camat dan kepala desa, Ketua RW hingga Ketua RT berkeliling untuk memastikan masyarakatnya jangan sampai ada yang tak bisa makan atau tidak memiliki beras,” ujarnya.
Kasus bunuh diri ibu bersama kedua anaknya itu, menjadi ‘warning’ baik bagi pemerintah maupun masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungannya dan saling menjaga satu sama lain.
“Sinergi di tingkat bawah inilah yang akan memastikan setiap warga tetap terpantau. Tidak ada yang mengalami kesulitan tanpa pendampingan, dan setiap masalah bisa cepat dicarikan jalan keluarnya,” katanya.
“Jika dana APBDes terbatas, segera laporkan kepada pemerintah daerah. Kami akan menyalurkan bantuan, termasuk melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang memang dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak masyarakat,” imbuh Dadang. (nk)










