PERINGATAN tahun baru Islam, 1 Muharam 1447 Hijriah tingkat Kabupaten Bandung ditandai dengan doa bersama atau istighosah di Masjid Agung Al- Fathu, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (26/6/2025) malam.
Hadir pada kesempatan itu Ustad Hariri, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, Wakil Bupati, Ali Syakieb, Sekda, Cakra Amiyana, para kepala OPD serta tamu undangan lainnya.
‘Dalam menyambut tahun baru ini, ada lima hal yang harus disiapkan, yaitu jadikan ajang instrospeksi diri apa saja yang belum dilaksanakan di tahun sebelumnya. Itu, untuk dijadikan pedoman agar bisa dilaksanakan di tahun ini, ” jelas Dadang Supriatna.
“Dan yang buruk kita hilangkan, lupakan dan perbaiki. Muhasabah atau instrospeksi ini penting bagi kita selaku umat Islam, sehingga bisa lebih mawas diri,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Dadang menjelaskan, untuk Pemilihan umum (Pemilu) 2029 sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) jabatan Gubernur, Bupati,Walikota, DPRD Provinsi dan Kabupaten/ Kota pemilihannya baru dilaksanakan pada 2031.
“Ini kado (hadiah) akhir tahun 1446 Hijriah, semoga ini bisa lebih bermanfaat dan Indonesia ke depan lebih maju,” harapnya.
Dalam putusannya MK menegaskan, di Pemilu nanti itu dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemilihan secara nasional
untuk memilih Presiden dan Wakilnya, MPR/ DPR RI dan DPD.
“Ini dilakukan secara serentak di 2029,” tegasnya.
Sementara, untuk pemilihan di daerah, yakni memilih Kepala daerah dan anggota DPRD dilakukan 2,6 tahun terhitung sejak pelantikan Presiden dan Wakilnya serta anggota MPR/DPR dan DPD.
Selain itu, Dadang Supriatna berjanji pelayanan pada masyarakat akan lebih ditingkatkan dengan tulus dan ikhlas.
“Kalau kita melaksanakan kegiatan dan pelayanan dengan tulus dan ikhlas yakin Allah SWT akan menjamin-Nya,” ujarnya.
Untuk itu, dia akan terus melakukan perubahan demi perbaikan Kanupaten Bandung di masa depan. Dadang berharap, agar seluruh aparatnya fokus pada tugas dan fungsinya masing-masing. (nk)










