KEPALA Dinas Pemberdayaaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, H.Tata Irawan mengungkapkan, anggaran Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kab.Bandung naik 100 persen, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 20 ribu per orang. Anggaran tersebut, termasuk untuk pelaksanaan Protokol.kesehatan (Prokes).
” Pilkades nanti berlangsung di tengah pandemi jadi prokesnya harus dilaksanakan,” jelasnya saat dihubungi usai pelantikan 30 Penjawabat Kepala desa (kades), Jumat (30/4) di Gd.Moch.Toha Soreang, Kabupaten Bandung.
Menurutnya, untuk mencegah timbulnya cluster pilkades prokes harus diterapkan, annggaran 20 ribu per hak pilih sudah memadai. Karena pasca Pemilihan kepala daerah (Pilkada) seluruh desa menerima hibah themogun dari KPU Kabupaten Bandung.
“Untuk masker setiap orang pasti punya, jadi tinggal membeli face shield dan sarung tangan plastik,” ujarnya.
Mengenai bilik dan kotal suara, jika memungkinkan jelas Tata, panitia bisa meminjam dari KPU. Namun, untuk membeli pun sebetulnya anggaran mencukupi.
Tapi imbuh Tata, kenaikan itu bukan semata-mata untuk prokes. Sebelumnya juga sudah direncanakan, karena dengan Rp.10 ribu pelaksanaan pesta.demokrasi tingkat desa kurang optimal.
“Untuk yang hak pilihnya banyak mungkin tidak masalah, tetapi.desa dengan hak pilih 3000 orang misalnya, dana Pilkadesnya kan hanya Rp 30 juta, pelaksanaan sama dengan yang hak pilihnya banyak,” paparnya.
Untuk 2021 imbuh Tata, Pilkades di Kabupaten Bandung rencananya berlangsung pada 14 Juli mendatang. “Alhamdulilah, tadi kita sudah dengar bersama Pak Bupati memutuskan pelaksanaan pilkades 14 juli 2021. Ini sudah dirapatkan oleh Bupati sama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), dihadiri Kapolresta Bandung, Dandim dan Kajari,” tuturnya.
Untuk tahapan Pilkades ujarnya, dimulai pada 3 Mei besok. “Jadi setelah.pelantikan para penjabat kades berkorodinasi dengan BPD untuk pembentukan panitia” jelasnya.
Dia menamabahkan untuk.2021 pilkades akan digelar di 49 desa. Tata berharap, para kades terplih dilantik di Agustus nanti (nk)










