38.500 Botol Miras Dimusnahkan Di Kabupaten Bandung

SEDIKITNYA 38.500 botol minuman keras (miras) dan ratusan liter tuak, Selasa (28/5/2019) dimusnahkan, di Jl. Alfathu Soreang. Pemusnahan barang bukti (BB) itu, dalam rangka menyambut Idul Fitri 1440 H.

Miras dan tuak tersebut merupakan hasil sitaan pihak kepolisian, dari seluruh wilayah hukum Polres Bandung sejak Januari hingga Mei 2019. Sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung, melakukan penertiban miras di enam diantaranya, Kecamatan Baleendah, Ciparay, Majalaya, Pameungpeuk, Katapang dan Cicalengka.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Drs. H. Teddy Kusdiana mengatakan, penyitaan tersebut dilakukan sebagai implementasi dari visi dan misi Kabupaten Bandung, yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang religius.

“Pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah daerah, dalam memberantas penyalahgunaan miras. Sengaja kita ambil lokasi pemusnahan di pinggir jalan raya Al-Fathu, harapannya dapat disaksikan dan diinformasikan secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 1440 H di Dome Balerame dan pemusnahan BB.

miras1Menurutnya upaya prevetif pemerintah dan pihak kepolisian, dalam memberantas miras tidak akan berjalan baik tanpa adanya kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat. “Peran masyarakat yang berani melaporkan kepada pihak berwajib, akan semakin mempercepat upaya pemberantasan penyakit masyarakat tersebut,” imbuhnya.

Teddy meminta para tokoh ulama dan masyarakat, tidak bosan mengingatkan kepada generasi muda akan bahaya miras. Penyelenggaraan kegiatan yang sifatnya positif, akan mengalihkan mereka dari pengaruh buruk miras.

“Saya mengajak para ulama dan tokoh masyarakat, untuk memperbanyak aktivitas yang merangkul dan menarik minat para pemuda, agar semakin terjauhkan dari parilaku buruk akibat mengkonsumsi miras,” tuturnya.

Sementara itu Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengungkapkan, selain melakukan pemusnahan miras, pihaknya bersama jajaran TNI dan Pemkab telah mempersiapkan personil untuk pengamanan arus mudik dan balik lebaran.

“Kami telah siapkan 1.201 personil, yang terdiri Satpol PP, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) juga telah menyiapkan personil untuk pengamanan arus mudik dan balik jelang lebaran,” terangnya

Pasukan disiapkan selama 13 hari pengamanan dan akan ditempatkan di 26 pos. Ia juga menyebut ada dua pos yang bisa dijadikan rest area oleh para pemudik.

“26 pos pengamanan kami siapkan dari Ciwidey hingga Nagreg, dengan menempatkan pasukan gabungan tiap posnya. Pos-pos tersebut kami utamakan di jalur-jalur yang rawan kemacetan, kecelakaan dan juga rawan bencana.

“Sebagai informasi bagi pemudik, ada dua pos yang bisa dijadikan rest area yaitu Pos Cikaledong dan Pos Kawah Putih,” ungkapmya

Indra memastikan jika mudik lebaran tauun ini, tidak akan terjadi puncak arus mudik. Karena selain liburan sudah dimulai awal lebaran, infrastruktur jalan, rambu-rambu, marka jalan dan penerangan jalan sudah diperbaiki. (nk/hen/bas).

Tags: ,,,,

dialogpublik.com